Usai BEM UI, Kini Tantangan Debat Capres Datang dari Unhas Makassar
SOROTMATA.ID — Tantangan kepada bakal calon presiden (Capres) untuk debat di kampus kini datang dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan.
Ini setelah sebelumnya tantangan debat capres di Kampus digaungkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI).
Kini Pihak Kampus Unhas Makassar mengaku siap memfasilitasi debat dan dialog politik kepada para calon presiden (capres) yang maju bertarung pada pilpres 2024.
Kepala Bagian Humas Unhas, Ahmad Bahar, mengatakan Unhas siap mengundang para calon presiden 2024 kelak.
Sebagaimana diketahui, saat ini ada tiga bakal capres favorit yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.
“Rektor Unhas terbuka dan siap. Apalagi kalau ketiga calon ini sudah ditetapkan oleh KPU untuk siap berpartisipasi agar para calon ini kita bisa visinya ke depan, termasuk visi kependidikan,” kata Ahmad di Makassar, Jumat (25/8).
Menurut Ahmad, Unhas merupakan tempat para pemilih muda dan memiliki fasilitas yang layak untuk menggelar debat dan diskusi politik dengan menghadirkan tiga capres nantinya.
“Di sini juga ada pakar pakar politik yang mumpuni sehingga kami siap memfasilitasi hal tersebut,” ujarnya.
Debat dan diskusi politik ini, kata Ahmad, dilakukan agar masyarakat khususnya di kawasan Indonesia Timur mengetahui visi dan misi, khususnya pada bidang pendidikan dan riset.
“Sehingga pendidikan dan riset Indonesia bisa unggul di dunia. Ini yang kami lihat. Karena SDM kita unggul-unggul semua. Kemudian memajukan pendidikan di Indonesia Timur yang bisa setara dengan kawasan-kawasan lainnya,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, BEM UI menantang bakal calon presiden mulai dari Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto melakukan debat di kampus.
“Jika memang punya nyali, BEM UI mengundang semua calon presiden/bakal calon presiden untuk hadir ke UI karena kami siap untuk menguliti semua isi pikiran kalian. Kami siap menyampaikan aspirasi kami dan mendebat seluruh argumen kalian jika perlu,” ujar Ketua BEM UI Melki Sedek Huang melalui keterangan tertulis, Senin (21/8).
BEM UI menyampaikan tantangan ini setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengizinkan fasilitas pemerintah dan pendidikan sebagai lokasi kampanye.
(*)
