INTERNASIONAL

Trump Ancam Serang Iran Lagi meski Perang Berpotensi Picu Penolakan Publik

SOROTMATA.ID  – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui perang melawan Iran berpotensi menuai penolakan dari sebagian masyarakat.

Meski menghadapi risiko politik menjelang pemilihan paruh waktu AS, Trump tetap mempertahankan keputusannya melancarkan serangan dan membuka kemungkinan melanjutkan operasi militer terhadap Teheran.

Trump menyampaikan pandangan tersebut ketika wartawan menanyakan dampak perang terhadap pilihan pemilih dalam pemilihan paruh waktu AS.

Ia mengklaim sebagian masyarakat mendukung langkah militernya karena menganggap pemerintah sebelumnya seharusnya mengambil tindakan serupa.

“Di satu sisi, mereka menyukainya karena saya melakukan apa yang seharusnya sudah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya,” kata Trump, dikutip Al Jazeera.

Namun, Trump juga mengakui bahwa tidak semua masyarakat menyetujui perang yang berlangsung sejak Februari lalu. Ia memahami keputusan tersebut membawa konsekuensi yang berpotensi memengaruhi penilaian publik terhadap pemerintahannya.

“Di sisi lain, mungkin mereka tidak menyukainya. Ada harga yang harus dibayar, dan saya sudah menyadarinya sejak awal ketika mengambil keputusan itu. Namun, kita tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” ucap Trump.

Trump Tetap Buka Peluang Serangan Lanjutan

Di tengah perdebatan mengenai dampak politik perang, Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran. Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (22/10), ia menyatakan militer AS telah melancarkan serangan besar dan mungkin akan kembali menggempur Teheran.

“Kami telah menghantam mereka (Iran) habis-habisan, dan kami mungkin akan melancarkan serangan lebih lanjut,” ujarnya.

Trump selama ini membela operasi militer tersebut dengan alasan menghentikan Iran mengembangkan dan memiliki senjata nuklir. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak dapat membiarkan Teheran mencapai kemampuan tersebut.

Kebuntuan Diplomasi Perpanjang Ketidakpastian

Ancaman serangan baru muncul ketika negosiasi AS dan Iran untuk mengakhiri perang mengalami kebuntuan. Trump bahkan menyatakan tidak ada pembicaraan apa pun dengan Teheran saat ini.

Kondisi tersebut membuat upaya diplomatik belum memberikan kepastian mengenai penyelesaian konflik. Sementara itu, Trump tetap mempertahankan opsi militer meski mengakui adanya potensi penolakan publik.

(*)

1.017 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *