Empat Pekerjaan Besar Sugiono di Kemenko PMK, dari Sekolah hingga Kemiskinan
SOROTMATA.ID – Sejumlah program besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di bidang pembangunan manusia kini menjadi pekerjaan rumah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono.
Mulai dari renovasi ratusan ribu sekolah, perluasan layanan kesehatan, penguatan mitigasi bencana, hingga perlindungan masyarakat miskin masuk dalam agenda yang harus dikawal.
Sugiono menyampaikan sejumlah prioritas tersebut dalam acara serah terima jabatan dengan Pratikno di Kemenko PMK, Senin (5/10). Ia menyebut terdapat empat sektor yang menjadi perhatian utama kementeriannya.
Renovasi 300 Ribu Sekolah
Sugiono menempatkan pendidikan sebagai sektor pertama yang harus diperkuat. Ia menilai kualitas pendidikan menentukan keberhasilan pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
“Pertama tentu saja pendidikan. Pendidikan merupakan sebuah pilar yang utama dalam rangka membangun manusia yang unggul,” kata Sugiono.
Pemerintah menargetkan renovasi 300 ribu sekolah dan madrasah. Selain itu, pemerintah akan membangun 500 sekolah rakyat dan 500 sekolah nasional terintegrasi hingga 2029.
Pemerintah juga menyiapkan rencana pendidikan gratis mulai tingkat prasekolah hingga perguruan tinggi negeri. Kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan di Kemenko PMK.
“Bahkan yang terakhir, yang saya kira juga masih digodok di Kemenko PMK ini adalah rencana Bapak Presiden untuk pendidikan gratis mulai dari prasekolah hingga universitas negeri,” ucap dia.
Benahi Fasilitas dan Tenaga Kesehatan
Sektor kesehatan menjadi agenda kedua Sugiono. Ia menyebut pemerintah tengah menjalankan transformasi besar untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Pemerintah menargetkan renovasi 10 ribu puskesmas serta pembangunan dan revitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di seluruh Indonesia. Pemerintah juga menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis.
Tak hanya fasilitas kesehatan, pemerintah juga berupaya memenuhi kebutuhan tenaga medis, termasuk dokter spesialis dan dokter gigi.
“Mencanangkan penuntasan tuberkulosis, ketersediaan tenaga kesehatan termasuk memperbanyak dokter spesialis dan dokter gigi yang dibutuhkan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Antisipasi Ancaman Bencana
Sugiono turut menyoroti ancaman bencana yang dihadapi Indonesia. Posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire membuat pemerintah harus meningkatkan kemampuan mitigasi dan kesiapsiagaan.
“Karena kita tidak punya pilihan lain selain hidup dan mampu untuk bisa mengantisipasi dan siap menghadapi bencana apa pun yang menimpa tanah air kita,” ujar dia.
Ia juga menyinggung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di sejumlah daerah, termasuk Sumatra dan NTT.
Prioritaskan Kelompok Rentan
Pengentasan kemiskinan menjadi agenda terakhir yang disampaikan Sugiono. Ia menilai pemerintah harus memastikan program perlindungan sosial menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.
Kemenko PMK akan berfokus memastikan intervensi pemerintah berjalan tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan.
“Di mana bantuan sosial dan intervensi pemerintah harus diprioritaskan pada fakir miskin dan anak yatim serta keluarga yang tidak mampu. Kemudian kelompok disabilitas dan lansia serta ibu hamil, menyusui, dan balita,” ucap dia.
(*)
