POLITIK

Usulan Koalisi Permanen Golkar Disambut NasDem

SOROTMATA.ID – Panggung politik nasional kembali diwarnai manuver penting setelah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengusulkan pembentukan Koalisi Permanen di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada perayaan HUT Golkar.

Usulan ini langsung mendapat respons positif dari Partai NasDem, yang menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintahan Prabowo hingga akhir masa jabatan.

Bendahara Umum NasDem, Ahmad Sahroni, menyebut gagasan Bahlil sejalan dengan arahan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh. Menurutnya,

Paloh berulang kali menekankan dalam pidato-pidato politik bahwa NasDem harus konsisten berada di barisan pendukung Prabowo.

“Usulan yang sangat baik. Pak Surya Paloh selalu menyampaikan dalam beberapa kali pidato di acara NasDem di manapun berada,” ujar Sahroni, Minggu (7/12/2025).

Sahroni menambahkan, arahan Surya Paloh kepada jajaran NasDem di seluruh Indonesia sangat jelas: mendukung penuh pemerintahan Prabowo Subianto. Dukungan tersebut bukan hanya bersifat simbolis, melainkan juga diwujudkan dalam komitmen politik dan kerja nyata di dalam pemerintahan.

“Bahwa NasDem mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sampai akhir masa jabatan, itu perintah Ketua Umum NasDem kepada kami di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sahroni memastikan bahwa NasDem akan terus mengawal jalannya pemerintahan. Ia menekankan bahwa partainya tidak hanya berada di dalam koalisi, tetapi juga aktif mendukung kebijakan-kebijakan Presiden Prabowo.

“NasDem di dalam pemerintahan dan akan terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” imbuhnya.

Usul Koalisi Permanen

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sempat mengusulkan Koalisi Permanen di depan Presiden Prabowo Subianto saat HUT Partai Golkar.

Bahlil pun mengaku, Golkar merasa nyaman bekerja sama dengan Prabowo.

Adapun Partai Golkar sendiri merupakan satu dari sembilan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM), bahkan sejak pasangan Prabowo-Gibran mendaftar sebagai kandidat Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

“Kami merasa nyaman bekerja sama dengan bapak Presiden, karena kami tahu betul, sesungguhnya Bapak Presiden Ketua Umum Gerindra mungkin lebih paham Golkar daripada saya,” kata Bahlil saat puncak perayaan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025) malam.

Pria yang menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini, juga mengungkap usulan dibentuknya koalisi permanen di hadapan Prabowo.

Yang artinya, tidak ada partai-partai yang bebas keluar-masuk koalisi.

Menurut Bahlil, koalisi permanen bertujuan untuk mendukung stabilitas pemerintahan.

“Partai Golkar berpandangan Bapak Presiden, bahwa pemerintahan yang kuat dibutuhkan stabilitas. Lewat mimbar yang terhormat ini izinkan kami memberikan saran perlu dibuatkan koalisi permanen,” ucap Bahlil.

Ia menilai, koalisi yang mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran harus solid.

Bahlil juga menegaskan, partai-partai di koalisi harus senasib sepenanggungan.

“Jangan koalisi in-out, jangan koalisi di sana senang, di sini senang, di mana-mana hatiku senang,” papar Bahlil.

“Sudah seharusnya kita mempunyai prinsip yang kuat untuk meletakkan kerangka koalisi yang benar,” tambahnya.

“Kalau menderita, menderita bareng-bareng. Kalau senang, senang bareng-bareng, dan ini dibutuhkan gentleman, dibutuhkan gentleman yang kuat,” pungkasnya.

Puji MBG

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga memberikan pujian terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan gagasan Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya, Bahlil memuji bahwa program MBG sebagai program yang mulia.

Ia pun mengenang masa-masa sekolah ia yang mengalami busung lapar, sehingga menurutnya, MBG sangat berarti bagi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.

“Tidak terasa, sudah satu tahun Bapak Presiden memimpin negara ini. Sudah banyak, program-program yang sudah tereksekusi,” tutur Bahlil, dalam sambutannya.

“Program-program pro-rakyat, di antaranya makanan bergizi. Banyak juga yang mengatakan, makanan bergizi ini tidak penting,”

“Tapi, saya ingin mengatakan, Bapak Presiden; bagi orang-orang susah seperti saya yang pernah sekolah busung lapar, program ini sangat mulia dan harus berlanjut untuk seluruh pelosok Tanah Air,” pungkasnya.

(*)

1.079 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *