Gol Leao Bawa AC Milan Tundukkan Lazio 1-0 dalam Drama Kontroversial Liga Italia
SOROTMATA.ID – AC Milan berhasil mengamankan tiga poin krusial setelah mengalahkan Lazio dengan skor tipis 1-0. Pertandingan pekan ke-13 Liga Italia yang berlangsung di Stadion San Siro, Minggu (30/11) dini hari WIB, diwarnai ketegangan tinggi dan keputusan wasit yang kontroversial. Kemenangan dramatis ini menegaskan ambisi Rossoneri di papan atas Serie A.
Pada babak pertama, kedua tim mempertunjukkan permainan yang sangat hati-hati, sehingga tidak ada yang benar-benar mendominasi. Milan dan Lazio menciptakan sejumlah peluang, namun penyelesaian akhir yang kurang efektif memastikan gawang tetap aman. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga paruh waktu, lantas meninggalkan kesan bahwa gol akan menjadi barang langka di malam itu.
Perubahan Taktik dan Kecepatan Leao: Gol Pemecah Kebuntuan
Memasuki babak kedua, intensitas permainan segera meningkat. Baik pelatih Milan, Max Allegri, maupun pelatih Lazio, Maurizio Sarri, mendorong anak asuh mereka untuk melakukan serangan lebih agresif. Milan akhirnya sukses memecah kebuntuan pada menit ke-51 melalui aksi brilian Rafael Leao.
Gol tunggal ini lahir dari skema serangan yang dirancang dengan cermat di sisi kanan. Fikayo Tomori melepaskan umpan silang rendah yang sangat matang ke depan gawang. Leao, yang berada di posisi yang tepat, menyambutnya dengan cepat, kemudian menaklukkan kiper Lazio, Ivan Provedel, yang tidak mampu berbuat banyak. Gol tersebut menarik sorak sorai pendukung Milan dan mengubah jalannya pertandingan.
Setelah tertinggal, Lazio secara otomatis meningkatkan tekanan. Tim asuhan Sarri menguasai sebagian besar permainan, berusaha menekan pertahanan Milan dari berbagai arah.
Meskipun penguasaan bola meningkat, Lazio mengalami kesulitan besar untuk menghasilkan peluang yang benar-benar bersih di kotak penalti Milan. Solidnya lini belakang Milan, yang dikawal oleh Gabbia dan Pavlovic, berhasil mementahkan setiap serangan.
Klimaks Kontroversi: Drama VAR, Handball, dan Kartu Merah
Puncak drama pertandingan ini terjadi di menit-menit akhir, tepatnya di masa injury time. Lazio merasakan peluang emas untuk menyamakan kedudukan, sebab wasit terpaksa meninjau VAR.
Momen pentingnya adalah ketika tembakan voli dari eks kapten Milan, Alessio Romagnoli, yang kini membela Lazio, terlihat mengenai lengan pemain Milan, Pavlovic, di dalam kotak penalti. Situasi ini mendorong wasit untuk mengambil keputusan meninjau tayangan ulang VAR.
Di tengah peninjauan tersebut, ketegangan di area teknis memuncak. Pelatih Milan, Max Allegri, terlibat adu argumen sengit dengan asisten pelatih Lazio, Marco Ianni. Adu mulut yang escalating ini memaksa wasit bertindak tegas dengan melayangkan kartu merah untuk kedua staf pelatih, sehingga mereka harus menyaksikan sisa pertandingan dari tribun.
Setelah peninjauan yang cukup lama, wasit akhirnya membuat keputusan yang menguntungkan Milan. Wasit memutuskan bahwa Pavlovic lebih dulu dilanggar oleh pemain Lazio, Adam Marusic, sebelum bola tembakan Romagnoli mengenai tangannya. Dengan demikian, penalti untuk Lazio dibatalkan, lantas memastikan Milan mengamankan kemenangan 1-0. Keputusan ini pasti akan memicu perdebatan panjang di media dan kalangan tifosi Italia.
Analisis Susunan Pemain dan Proyeksi Milan ke Depan
Kemenangan ini sangat berharga bagi Milan, karena menempatkan mereka di posisi yang ideal untuk bersaing di jalur juara. Meskipun meraih poin penuh, masalah kedisiplinan dan kurangnya efektivitas serangan diperkirakan akan menjadi fokus Allegri untuk pertandingan berikutnya.
Susunan Pemain Awal:
Milan XI: Maignan; Tomori, Gabbia, Pavlovic; Saelemaekers, Fofana, Modric, Rabiot, Bartesaghi; Leao, Nkunku.
Lazio XI: Provedel; Marusic, Gila, Romagnoli, Pellegrini; Guendouzi, Vecino, Basic; Isaksen, Dia, Zaccagni.
Pada akhirnya, gol tunggal Leao menjadi pembeda dalam laga yang penuh intrik ini. Milan membuktikan bahwa mereka mampu meraih hasil positif meskipun dalam kondisi tertekan. Sebaliknya, Lazio harus mengevaluasi kembali kemampuan mereka dalam memanfaatkan dominasi penguasaan bola menjadi peluang nyata.
(Redaksi)
