Negara Hadir Untuk Anak Kurang Mampu, 200 Anak Samarinda Nikmati Sekolah Rakyat Gratis
SOROTMATA.ID – Komitmen pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu terus ditunjukkan secara konkret. Kota Samarinda menjadi salah satu dari 37 daerah di Indonesia yang dipercaya sebagai pelaksana awal program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif afirmatif yang bertujuan menghadirkan keadilan pendidikan.
Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memastikan bahwa anak-anak dari latar belakang prasejahtera mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan secara layak, gratis, dan terintegrasi. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Samarinda mengambil peran penting sebagai penyedia dukungan fasilitas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menegaskan bahwa meski program ini sepenuhnya dikendalikan oleh kementerian di pusat, pihaknya siap membantu pelaksanaan teknis dan logistik di daerah.
“Kami hanya memfasilitasi karena kendali penuh program ini berada di tangan kementerian pusat, tapi kami siap untuk menyukseskannya,” ujar Asli Nuryadin, Senin (29/6/2025).
Jumlah siswa yang terdaftar di sekolah rakyat manfaat di Samarinda pun mengalami peningkatan. Dari sebelumnya hanya 100 siswa yang ditampung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim, kini bertambah 100 siswa baru yang akan ditempatkan di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Sungai Kunjang.
Menurut Asli Nuryadin, pihaknya masih menunggu proses finalisasi data yang saat ini tengah dimutakhirkan oleh Dinas Sosial Kota Samarinda. Validasi ini penting agar sasaran program benar-benar tepat kepada keluarga yang membutuhkan.
Program Sekolah Rakyat ini memberikan bantuan komprehensif kepada setiap siswa dengan anggaran senilai Rp48,25 juta per orang. Dana ini mencakup seluruh kebutuhan dasar mereka selama masa pendidikan, mulai dari makan, tempat tinggal, hingga perangkat pembelajaran seperti laptop.
“Semua kebutuhan mereka dari makan hingga laptop dan tempat tinggal dibiayai penuh oleh pemerintah pusat. Ini bentuk nyata hadirnya negara di tengah masyarakat,” ungkap Asli Nuryadin.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan hasil sinergi dari tiga kementerian: Kementerian Sosial yang bertanggung jawab atas peserta didik, Kementerian PUPR yang membangun fasilitas fisik, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyediakan tenaga pengajar.
“Kementerian Sosial mengurus peserta didik, Kementerian PUPR membangun fasilitas, dan Kementerian Pendidikan menyediakan guru,” tambahnya.
Dengan total 200 siswa yang akan mengikuti program di Samarinda, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang baru bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk membangun masa depan yang lebih cerah.
(Redaksi)
