Komitmen Samarinda Jadi Kota Ramah Anak, Andi Harun Tegaskan Peran Anak Sebagai Pelopor dan Pelapor Masa Depan
SOROTMATA.ID – Pemerintah Kota Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi tumbuh kembang anak.
Dalam kegiatan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025 yang digelar secara daring dari Rumah Jabatan Wali Kota, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan tekad kuat untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Samarinda sebagai Kota Layak Anak (KLA).
Kegiatan yang berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting ini turut dihadiri oleh Verifikator Pusat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nanang A Rachman.
Wali Kota Andi Harun menekankan bahwa anak-anak tidak hanya membutuhkan perlindungan, tetapi juga harus diberikan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan.
“Anak-anak bukan hanya dilindungi tetapi juga harus dilibatkan dalam proses pembangunan mereka pelopor dan pelapor masa depan kita,”kata Andi Harun Senin (16/6/2025).
Ia menjelaskan Verifikasi ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Kementerian PPPA dan Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim.
Samarinda menjadi kota terakhir yang diverifikasi dalam rangkaian evaluasi se-Kalimantan Timur VLH dilaksanakan secara hybrid, dengan melibatkan 14 lokus dari lima klaster penilaian KLA, mencakup aspek hak sipil hingga perlindungan khusus.
Andi Harun menyebutkan bahwa Samarinda kini berada di jalur yang tepat untuk meraih predikat KLA Kategori Utama, dengan nilai Evaluasi Mandiri mencapai 928,3 poin dan Verifikasi Administrasi Provinsi sebesar 846,37 poin.
“Kota Samarinda menunjukkan berbagai capaian signifikan di klaster hak sipil, persentase anak pemilik KIA meningkat menjadi 61,42%,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa forum Anak juga aktif mengisi ruang partisipasi dalam kebijakan publik di klaster pengasuhan, pembangunan ruang terbuka hijau seperti “Teras Samarinda” didesain ramah anak.
Pada aspek kesehatan, cakupan persalinan di fasilitas kesehatan mencapai 92,47%, dan puskesmas dengan akreditasi paripurna mencapai 96%. Untuk pendidikan hampir seluruh sekolah di jenjang dasar hingga menengah telah mengimplementasikan konsep Sekolah Ramah Anak.
Klaster terakhir, yakni perlindungan khusus, juga menjadi perhatian utama. UPTD PPA telah menangani 160 kasus anak korban kekerasan dan upaya pemulihan sosial terus digencarkan termasuk bagi anak penyintas NAPZA dan disabilitas.
“Kami tidak hanya membangun kota yang nyaman tapi kota yang peduli dan berpihak pada anak,”pungkasnya.
(*)
