DPRD Samarinda Minta Penertiban Pasar Subuh Lebih Humanis
SOROTMATA.ID – Penertiban Pasar Subuh di Gang 3, Jalan Yos Sudarso, yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pada Jumat (9/5/2025) lalu, sempat diwarnai kericuhan.
Hal ini sangat disayangkan Legislatif Kota Tepian. Seperti yang disuarakan Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain meminta agar ke depannya Pemkot dapat menjalankan penertiban dengan pendekatan yang lebih humanis dan persuasif.
Dirinya menekankan bahwa pedagang kecil yang berjualan di pasar tersebut juga merupakan warga yang tengah berjuang untuk menghidupi keluarganya.
“Bagaimanapun juga mereka warga kita yang sedang berjuang mencari nafkah untuk keluarganya,” Ungkap Sani sapaan karibnya, Rabu (14/5/2025).
Lebih lanjut, Sani menilai petugas di lapangan baik dari Satpol PP maupun kepolisian harus mampu menunjukkan empati dan menempatkan diri dengan bijak dalam menghadapi warga.
Selain itu, Sani juga menyoroti pentingnya komunikasi yang intensif antara pemerintah dan para pedagang sebelum melakukan langkah-langkah penertiban.
Menurutnya, niat baik pemerintah dalam penataan kota akan sulit diterima jika tidak diiringi dengan dialog dan pendekatan yang menyeluruh.
“Semua pihak harus duduk bersama agar rencana baik pemkot bisa diterima masyarakat,” ujarnya.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta agar aparat tidak bersikap kasar terhadap pedagang, dan mengajak para petugas untuk memanusiakan warga yang mereka hadapi.
“Jika yang Anda hadapi lebih tua, bayangkan itu orang tua Anda. Kalau seumuran, bayangkan itu saudara Anda. Kalau lebih muda, anggap mereka adik atau anak sendiri. Jangan kasar. Utamakan pendekatan persuasif. Satu saja dari mereka tersakiti, saya sebagai wakil mereka turut merasa sakit hati,” pungkasnya.
(ADV)
