Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor, Dinkes Kaltim Komitmen Optimalkan Pelayanan Kesehatan Balita dan Anak Pra-Sekolah
SOROTMATA.ID — Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen untuk mengopimalkan pelayanan keshaan Balita dan Anak Pra-Sekolah.
Pada elasa (02/04/2024), Dinkes Kaltim menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektor kesehatan anak balita dan anak pra sekolah.
Rapat ini dihadiri oleh peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur, Tenaga Pendidik dan Tenaga Pengajar, serta pengelola program anak di Puskesmas se-Kalimantan Timur.
Sehat, tumbuh dan berkembang dengan optimal adalah hak setiap anak di Indonesia dimanapun mereka berada dan dalam kondisi apapun. Pemerintah, keluarga, masyarakat dan pendidik anak usia dini secara bersama-sama harus memastikan seluruh kebutuhan esensial anak terpenuhi.
“Kolaborasi dan upaya bersama perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini agar sehat dan memiliki tumbuh kembang optimal. Masing-masing pihak melakukan tugas dan perannya secara holistik dan terintegrasi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Jaya Mualimin saat membuka rakor yang dilaksanakan di Hotel Ibis Samarinda tersebut.
Dirinya menambahkan, pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang harus dilakukan berkala yang idealnya mencakup semua anak. Semakin cepat diketahui gangguan kesehatan dan tumbuh kembang yang dialami anak, akan semakin cepat dan tepat intervensi yang dapat diberikan. Saat ini PAUD berkembang pesat sehingga pendekatan kesehatan di Satuan PAUD dapat menjadi strategi dalam mengatasi masalah kesehatan dan tumbuh kembang anak usia dini.
Menurutnya, Kunci keberhasilan mewujudkan satuan PAUD sehat memerlukan kolaborasi yang erat antara satuan PAUD dan Puskesmas, serta bimbingan teknis yang sangat rutin dari Tim Pembina UKS/M tingkat kabupaten-kota dan provinsi.
“Semoga melalui orientasi ini, akan lahir satuan PAUD sehat sehingga bermanfaat bagi peserta didik dalam menumbuhkan kemampuan berperilaku hidup bersih dan sehat, memiliki keterampilan hidup sehat, dan keterampilan sosial yang baik sehingga dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia yang berkualitas,” pungkasnya.
(*)
