Anggota Satlantas Polres Metro Jaksel Nekat Akhirnya Hidupnya, Terungkap Ini Motifnya
SOROTMATA.ID – Anggota Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Bripka PS nekat melakukan tindakan bunuh diri.
Hal itu setelah ditemukan jasad PS di sebuah rumah kosong di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (4/7) kemarin.
Polres Metro Jakarta Pusat memastikan kematian PS ini karena bunuh diri.
“Dipastikan bahwa yang bersangkutan bunuh diri,” kata kata Kapolres Metro Jakpus, Kombes Pol Komarudin , Rabu (5/7) kemarin dilansir dari Merdeka.com
Lanjut Komarudin menjelaskan bahwa PS ini temukan dalam kondisi yang sudah menghitam.
Ia mengatakan hal itu dikarenakan PS bukan karena membakar diri, melainkan karena termakan waktu sekitar lima hari seusai bunuh diri.
“Bukan kebakaran, sudah kita olah TKP sudah kita cek karena perkiraan waktu bunuh dirinya itu lima hari sebelum ditemukan,” jelas Komarudin.
Dari hasil penyelidikan diduga alasan PS nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi. Kondisi tersebut sebagaimana laporan dari keluarga ketika PS dilaporkan hilang.
“Keterangan dari keluarga itu bahwa delapan hari sebelum kejadian ditemukan itu (jasad) PS sempat hilang dan keluarganya datang ke Polsek Cempaka Putih untuk menanyakan,” ujarnya.
Dia mengatakan keluarga mengakui PS kerap kali mengeluhkan kondisinya yang tidak bisa jalan karena kecelakaan sebulan lalu. Sehingga, dia terpaksa harus memakai tongkat sebagai alat bantu berjalan.
“Iya dari keluarganya kan yang bersangkutan masih tinggal dengan orang tuanya ya. orang tuanya mengatakan bahwa dia selalu mengeluh enggak bisa jalan, selalu mengeluh rasa sakit karena kecelakaannya 1 bulan yang lalu kalau enggak salah,” kata Komarudin.
“Iya (akibat kecelakaan), kaki sebelah kanannya kan patah itu, di bagian kaki bawah sama pinggul,” tambahnya.
Bahkan, Komarudin mengatakan dari pengakuan keluarga, aksi bunuh diri PS bukan yang pertama kali. Pada saat itu usahanya untuk mengakhiri hidupnya sempat digagalkan oleh keluarga.
“Masih di bulan-bulan ini, kalau enggak salah itu sudah dua kali percobaan bunuh diri di rumah. Kalau di lihat dari kondisi keluarga baik-baik saja memang kondisi yang bersangkutan sakit,” pungkasnya.
(*)
