Advetorial

Stunting Tak Boleh Dijadikan Bahan Candaan, Ketua TP PKK Kota Samarinda: Bukanlah Kondisi yang Perlu Diremehkan

SOROTMATA.ID, SAMARINDA – Kata stunting sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat.

Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

Namun terkadang masyarakat mengunakan kata Stunting ini sebagai bahan candaan.

Terkait hal ini, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Samarinda Rinda Wahyuni Andi Harun memberikan tanggapannya.

Rinda Wahyuni Andi Harun mengatakan penggunaan kata ‘stunting’ sebagai candaan itu tidak dibenarkan.

“Bukan lagi sekadar candaan. Itu merupakan pembullyan (perundungan) dan penghinaan. Kita tidak boleh tutup mata soal stunting,” kata Rinda saat ditemui di Jalan Harmonika, Samarinda.

Lebih lanjut Rinda mengatakan agar  seluruh pihak tidak meremehkan kasus stunting.

Seluruh pihak ia minta perlu berkerja keras  untuk menurunkan dan mencegah terjadinya kasus stunting.

“Semakin cepat kita cegah, semakin cepat kita obati, semakin cepat teratasi,”ujarnya.

Kasus stunting merupakan kasus yang terus menjadi perhatian oleh seluruh pemerintahan. Baik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Karena anak stunting akan menjadi masalah sosial dalam pembangunan daerah.

“Karena anak stunting akan menjadi masalah sosial nantinya. Mau dibawa kemana dia,”jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan jika anak telah didiagnosis stunting, maka perkembangan otak maupun tumbuh kembangnya terganggu dan hal tersebut tidak bisa diobati. Sehingga, tidak memungkinkan menjadi sumber daya manusia (SDM) bagi pembangunan daerah.

“Ada beberapa  orang yang dengan mudahnya mengeluarkan kata ‘stunting’ yang ditunjukkan kepada temannya. Mungkin, hanya sekedar candaan saja. Namun, stunting bukanlah kondisi yang perlu diremehkan,” pungkasnya.

(Advertorial)

1.045 Tayangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *