Ketua DPRD Soroti Kasus Keracunan MBG, Puan Maharani Minta Dievaluasi
SOROTMATA.ID – Program Makan Bergizi (MBG) yang dirancang untuk meningkatkan gizi siswa kini tengah menjadi sorotan publik akibat lonjakan drastis kasus keracunan di beberapa daerah.
Berdasarkan data terbaru yang diperoleh dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), jumlah siswa yang mengalami keracunan akibat konsumsi makanan MBG telah meningkat pesat.
Per 14 September 2023, tercatat sebanyak 5.360 kasus keracunan, namun dalam seminggu terakhir, angka ini melonjak tajam menjadi 6.452 kasus, dengan tambahan 1.092 korban keracunan dalam waktu hanya satu pekan.
Ada lima provinsi dengan kasus keracunan MBG tertinggi. Masing-masing yakni Jawa Barat dengan 2.012 kasus, DIY 1.047 kasus, Jawa Tengah 722 kasus, Bengkulu 539 kasus, dan Sulawesi Tengah dengan 446 kasus.
Kasus keracunan pada program MBG ini lantas menjadi sorotan Ketua DPR RI Puan Maharani.
Puan meminta pemerintah mengevaluasi total program MBG.
“Jadi memang evaluasinya itu harus dilakukan secara total, jadi jangan saling menyalahkan, tapi kita evaluasi bersama sehingga jangan terulang kembali,” kata Puan usai memimpin rapat paripurna DPR, Selasa (23/9).
Dia mengatakan DPR akan turun langsung ke lapangan dan dapur penyedia untuk melakukan pengawasan. Puan mengaku ingin memastikan akar masalah program tersebut, apakah di dapur atau justru di sekolah.
“Kami akan melakukan pengawasan tempat-tempat yang mana ada masalah di dapur-dapur MBG untuk melihat secara langsung,” kata Puan.
“Sebenarnya, masalahnya itu seperti apa, apakah di dapurnya, apakah di sekolahnya, untuk bisa melihat dari hulunya itu sebenarnya masalahnya seperti apa,” pungkas Puan.
(*)
